Monday, 22 April 2013

Dunia Tidak Kenal Kita (1 Yohanes 3:1-10)


1 Yohanes 3:1
“Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal Dia.”

Yohanes adalah salah satu rasul Yesus Kristus yang memiliki hubungan dekat dengan Yesus. Dia mengalami sendiri betapa luar biasanya kasih yang telah Allah berikan kepada dunia secara universal dan dirinya secara khusus dengan memberikan Yesus bagi dunia ini. Bahkan dia merasakan sendiri bagaimana indahnya predikat sebagai orang yang diangkat menjadi anak Allah sendiri. Betapa besarnya kasih yang dikaruniai Allah kepada kita. Kalimat itu ditulis oleh Yohanes untuk memulai surat 1 Yohanes ini. Kalimat di atas menunjukkan adanya kekaguman dan keheranan yang mendalam. Kasih itu dikaruniai kepada kita khususnya orang yang percaya. “Dikaruniai” ditulis dalam bentuk perfect yang menunjukkan lebih lanjut bahwa yang dikaruniai (kasih) adalah milik permanen dari si anak Allah. Siapakah anak Allah? Yohanes mengatakan bahwa kita adalah anak-anak Allah (1 Yohanes 3:2). Semua orang percaya adalah anak-anak Allah. Kita telah diangkat menjadi anggota keluarga Allah (bdg. Yoh.1:12; Rm. 8:14-17). Identitas orang percaya adalah anak-anak Allah. Bukan yang lain! Sehingga dunia tidak akan pernah bisa mengenal kita karena dunia sudah tidak bisa mengenal Bapa kita di Sorga. Seluruh sistem dunia (kosmos) ini adalah musuh Allah sendiri.

Pembaca terkasih, pertanyaan yang sebaiknya kita renungkan adalah apakah dunia masih mengenal kita? Atau sebaliknya,  dunia tidak mengenal kita? Arti mengenal di sini berarti dunia menjadi sahabat kita.
Firman Tuhan menegaskan bahwa anak-anak yang telah menjadi milik Allah, mau tidak mau sudah tidak bisa lagi terdeteksi oleh dunia sebagai bagian dari dunia ini. Oleh sebab itu, masihkah kita mau menjadi sahabat dunia ini. Apakah kita masih lebih memilih menjadi sahabat dunia atau Allah. Berbahagialah kita yang tidak dikenal dunia karena sesungguhnya kita adalah anak-anak Allah.