Monday, 1 August 2016

Rasa Malu (Mazmur 69:20-37)


Mazmur 69:20
“Engkau mengenal celaku, maluku dan nodaku; semua lawanku ada di hadapan-Mu.”


Seorang penulis buku yang bernama Dr. Curt Thompson menuliskan dalam bukunya yang berjudul The Soul of Shame, bahwa rasa malu adalah perasaan mendasar yang dialami oleh setiap orang, tetapi tidak seorang pun mau mempercayainya. Pernyataan ini dibenarkan oleh hampir semua orang yang membaca buku tersebut atau orang yang mendengar pernyataan tersebut dari orang lain. Namun tidak sedikit orang yang menolaknya karena rasa malu tidak suka diekspos.
Sebenarnya Thompson ingin memberikan jalan yang jelas untuk mengakui rasa malu, mendapatkan pemulihan, dan menghapuskan dampaknya dalam hidup manusia. Karena rasa malu adalah penghalang untuk mendapatkan pemulihan hidup.

Daud pernah mengungkapkan keberdosaannya kepada Tuhan. Dalam doanya, ia menyadari bahwa ia adalah seorang yang memiliki cela, malu, dan noda di hadapan Tuhan (ayat 20). Bahkan cela itu mematahkan hatinya dan membuat dia berputus asa (ayat 21). Hal itu menujukkan betapa tersiksanya jiwa Daud ketika ia menyimpan cela dan noda dari Tuhan. Ia pun ingin dipulihkan oleh Tuhan dan dilepaskan dari kesesakan, yaitu orang-orang yang membenci dia. Ketika ia mengakui cela dan nodanya, maka ia mendapat pemulihan dan keyakinan kepada Tuhan (ayat 33). Hatinya yang semula “patah”, menjadi hidup kembali. Kini Daud hidup dengan benar di hadapan Tuhan.


Memang tidak mudah bagi kita untuk mengakui cela dan noda kita kepada orang lain karena rasa malu. Tetapi tidak perlu takut, kita bisa langsung datang kepada Tuhan mengakuinya. Perasaan malu itu hanya akan membuat batin kita tersiksa. Jangan pernah izinkan rasa malu menghalangi kita untuk mendapatkan pemulihan dari Tuhan tetapi buanglah rasa malu itu dengan doa kepada Tuhan maka Tuhan akan memulihkan hidup kita. Marilah kita berdoa agar kasih karunia Allah mengalahkan beban dari rasa malu yang menarik kita ke bawah sehingga kita bisa terbuka untuk menemukan pemulihan.