1 Yohanes 3:1
“Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa
kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah
anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal Dia.”
Yohanes adalah salah satu rasul Yesus
Kristus yang memiliki hubungan dekat dengan Yesus. Dia mengalami sendiri betapa
luar biasanya kasih yang telah Allah berikan kepada dunia secara universal dan
dirinya secara khusus dengan memberikan Yesus bagi dunia ini. Bahkan
dia merasakan sendiri bagaimana indahnya predikat sebagai orang yang diangkat
menjadi anak Allah sendiri. Betapa besarnya kasih yang dikaruniai Allah kepada
kita. Kalimat itu ditulis oleh Yohanes untuk memulai surat 1 Yohanes ini.
Kalimat di atas menunjukkan adanya kekaguman dan keheranan yang mendalam. Kasih
itu dikaruniai kepada kita khususnya orang yang percaya. “Dikaruniai” ditulis
dalam bentuk perfect yang menunjukkan
lebih lanjut bahwa yang dikaruniai (kasih) adalah milik permanen dari si anak
Allah. Siapakah anak Allah? Yohanes mengatakan bahwa kita adalah anak-anak
Allah (1 Yohanes 3:2). Semua orang percaya adalah anak-anak Allah. Kita telah
diangkat menjadi anggota keluarga Allah (bdg. Yoh.1:12; Rm. 8:14-17). Identitas
orang percaya adalah anak-anak Allah. Bukan yang lain! Sehingga dunia tidak
akan pernah bisa mengenal kita karena dunia sudah tidak bisa mengenal Bapa kita
di Sorga. Seluruh sistem dunia (kosmos)
ini adalah musuh Allah sendiri.
Pembaca terkasih, pertanyaan yang
sebaiknya kita renungkan adalah apakah dunia masih mengenal kita? Atau sebaliknya, dunia tidak mengenal kita? Arti mengenal di
sini berarti dunia menjadi sahabat kita.
Firman Tuhan menegaskan bahwa anak-anak
yang telah menjadi milik Allah, mau tidak mau sudah tidak bisa lagi terdeteksi
oleh dunia sebagai bagian dari dunia ini. Oleh sebab itu, masihkah kita mau
menjadi sahabat dunia ini. Apakah kita masih lebih memilih menjadi sahabat
dunia atau Allah. Berbahagialah kita yang tidak dikenal dunia karena
sesungguhnya kita adalah anak-anak Allah.

Hope you are blessed...God bless abudantly
ReplyDeletePuji Tuhan
ReplyDeletePuji Tuhan
ReplyDelete